<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dasuha&#039;s Miner</title>
	<atom:link href="http://dasuha.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dasuha.wordpress.com</link>
	<description>Mamman Bunyak.Corp</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Dec 2011 06:53:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dasuha.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4c7ec8d482014283d86c85077338390a?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Dasuha&#039;s Miner</title>
		<link>http://dasuha.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dasuha.wordpress.com/osd.xml" title="Dasuha&#039;s Miner" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dasuha.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://dasuha.wordpress.com/2010/08/04/178/</link>
		<comments>http://dasuha.wordpress.com/2010/08/04/178/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 04:26:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dasuha</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://dasuha.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Nasib Indonesia Ku Perusahaan di Indonesia Sebahagian besar Perusahaan Besar yang ada di Indonesia adalah Perusahaan Sawasta Luar Negeri, sedangkan Perusahaan Swasta Dalam Negeri (Pengusaha Asli Indonesia) dan Perusahaan BUMN adalaha perusahaan kecil dan menegah. -          Megapa Demikian Apa Penyebabnya? Saya sering menayakan hal ini kepada Dosen-Dosen saya, kepada Para Pakar Ekonomi dan kepada Pemerintah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dasuha.wordpress.com&amp;blog=4033845&amp;post=178&amp;subd=dasuha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Nasib Indonesia Ku</strong></em></p>
<p><strong>Perusahaan di Indonesia</strong></p>
<p>Sebahagian besar Perusahaan Besar yang ada di Indonesia adalah Perusahaan Sawasta Luar Negeri, sedangkan Perusahaan Swasta Dalam Negeri (Pengusaha Asli Indonesia) dan Perusahaan BUMN adalaha perusahaan kecil dan menegah.</p>
<p>-          <strong>Megapa Demikian Apa Penyebabnya?</strong></p>
<p>Saya sering menayakan hal ini kepada Dosen-Dosen saya, kepada Para Pakar Ekonomi dan kepada Pemerintah. Namun mereka hanya bisa menjawab <strong>“Teknologi Kita (INDONESIA) Tidak Memadai”</strong>. Dalam artian Negara yang luas dan besar seperti Indonesia ini tidak mampu untuk mengembangkan Ide-Ide atau Pemikiran demi Perkembangan Teknologi Indonesia.</p>
<p>Saya sangat tidak setuju dengan pendapat mereka, karena itu hanya alasan yang paling tepat untuk memutar balikan fakta, saya malah merasa Masyarakat Indonesia mempunyai pemikiran dan ide-ide briliant untuk mengembangakan Teknologi di Indonesia ini.</p>
<p>Kita bisa melihat negara-negara berkembang yang ada di Asia, seperti China, Malaysia, Taiwan, India dan yang lainya. Mereka Negara yang berkembang sama halnya dengan Indonesia yang tercinta ini, tetapi mereka dapat merubah status mereka menjadai Negara Maju, melalui pengmbangan di bidang Teknologi.</p>
<p>Sama halnya dengan Filsafat saya <strong>“<span style="text-decoration:underline;">Apa Guna OTAK</span>”????????????????????????????????</strong></p>
<p>Apa guna Teknologi cangih dan modern yang kita miliki kalau kita hanya sebagi User-nya saja, apa guna Otak yang dikaruniakan oleh Tuhan bagi kita, kalau kita hanya memanjakan otak kita dan tak pernah mengunakannya. Gunakan Karunia yang diberikan Tuhan kepada kita, untuk membuat perubahan bagi bangsa kita ini. Berpikir Kritis untuk masa depan yang Harmonis.</p>
<h3><em><strong>Kita hanya bisa sebagai Pemakai / User tetapi sebagai Pembuat / Produsen kita tidak bisa.</strong></em></h3>
<p>-          <strong>Megapa demikian?</strong></p>
<p>Mengapa kita hanya mampu sebagai pemakai saja? Hal ini hampir setiap tahun terjadi, megapa saya mengatakan setiap tahun, karena setiap tahun Negara Berkembang tadi sudah dapat meningkatkan grade mereka. Setelah saya mempelajari dan menganalisa ternya kesalahan itu terletak di SDM (Sumber Daya Masyarakat) kita yang sangat lemah.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>-          <strong>Mengapa SDM kita lemah?</strong></p>
<p>Masyarakat Indonesia adalah masyarkat yang pintar. Coba anda bayangkan setiap rumah tangga yang ada di Indonesia itu membutuhkan anggaran terendah perhari sebesar Rp. 150.000,-. Dimana situasi Perkonomian Indonesia yang kacau balu pekerjaan yang tidak tetap, harga komoditi yang carut marut, harga sembako yang tidak menetap. Tetapi mereka masih bisa mengatasi hal tersebut dengan ide-ide dan pemikiran mereka. Dimana Pakar Ekonomi sekalipun tak mampu untuk menaggulangi masalah ini, hal ini dapat kita lihat para Pakar Ekonomi dan Pemerintah di Indonesia ini hanya sibuk dengan bisnis sampingan mereka yang ada di bursa saham. Mereka hanya memikirkan kapan mendapatkan hasil dari jerih payah mereka menyiksa rakyat ini.</p>
<p>Kita balik lagi kepembahasan mengapa SDM kita lemah? Saya merasa dengan kesibukan para PEMIMPIN NEGARA ini di usaha Sampingannya, mereka lupa akan tugas utamanya. Mereka hanaya mendukung  pembangunan di sektor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan usahanya. Sementara sektor-sektor fital lainya mereka abaikan.</p>
<p>Saya selaku Mahasiswa dan merupakan kelompok Masyarakat Pendidikan, merasakan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi  di Indonesia ini kurang tepat, banyak program-program pemerintah untuk mengembangkan Pendidikan di Indonesia ini, tetapi tidak dan kurang tepat.</p>
<p>Jadi harapan saya kiranya para Mahasiswa Indonesia dapat berfikir kritis dan meresponi hal ini, dan mari kita seluruh Masyarakat Indonesia mengawasi kinerja PEMERINTAH kita ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dasuha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dasuha.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dasuha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dasuha.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dasuha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dasuha.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dasuha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dasuha.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dasuha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dasuha.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dasuha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dasuha.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dasuha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dasuha.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dasuha.wordpress.com&amp;blog=4033845&amp;post=178&amp;subd=dasuha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dasuha.wordpress.com/2010/08/04/178/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e80d4087273a1f48120d32a68384549c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dasuha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Informasi Geografis</title>
		<link>http://dasuha.wordpress.com/2010/01/19/sistem-informasi-geografis/</link>
		<comments>http://dasuha.wordpress.com/2010/01/19/sistem-informasi-geografis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 12:06:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dasuha</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://dasuha.wordpress.com/2010/01/19/sistem-informasi-geografis/</guid>
		<description><![CDATA[SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (TUTORIAL) Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan. Sistem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dasuha.wordpress.com&amp;blog=4033845&amp;post=84&amp;subd=dasuha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (TUTORIAL)</strong></p>
<p>Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan</p>
<p>Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.</p>
<p><span id="more-84"></span>Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.</p>
<p>Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)</p>
<p>Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna.</p>
<p>Map Info Tutorial<br />
Map info merupakan salah satu Aplikasi pemetaan Untuk suatu Sistem Informasi Geografis. dimana didalam map info terdiri dari beberapa tools pendukung dalam aplikasi pemetaan. prinsip kerja dasar map Info adalah sistem Layer control, dimana setiap raster / data kita susun berdasarkan layer yg telah kita buat.</p>
<p>Cara memuat layer.<br />
•	Buka Map info, open file , cari data yg disimpan di dalam hardisk anda.<br />
Open peta ( dlm. Jpg ) yg mana peta ini merupakan peta dasar yg akan kita DIGITASI ulang<br />
•	Setelah terbuka Peta Anda, dan mulai lahg mendigitasi.</p>
<p>Digitasi Peta ( Map Info Tutorial )<br />
DIGITASI PETA<br />
KONSEP-KONSEP DIGITASI<br />
Program MapInfo dapat mengenal beberapa jenis file yang dibuat dengan program software lainnya, antara lain:<br />
1.	Microsoft Access Database (*.mdb)<br />
2.	dBase (*.DBF)\<br />
3.	Lotus 1-2-3 (*.wk, *.wks, *wk1, *.wk2, *.wk3, *.wk4)<br />
4.	Microsoft Excel (*.xls)<br />
5.	 Workspace (*.wor)<br />
6.	Raster Image (*.bmp, *.gif, *.jpeg, *.tiff)<br />
7.	ESRI (R) shapefile (*.shp) hanya bisa langsung dibuka pada MapInfo 7, versi sebelumnya harus diconvert dulu di ArcView<br />
8.	Delimited ASCII (*.text), (* = nama file)</p>
<p>Dengan demikian, pengolahan data grafis pada MapInfo dapat diintegrasikan dengan data yang telah dibuat dengan program perangkat lunak (software) komputer lainnya. Ketika MapInfo membuka file yang dikerjakan dengan format lain, program ini otomatis akan membuat file (pada MapInfo dinamakan Table) baru dengan akhiran *.tab. Jika sebuah file non-MapInfo telah dibuka sebelumnya dan ditutup, maka ketika membuka file itu lagi Akan muncul pertanyaan bahwa file sudah ada (file already exists) dan apakah akan di overwrite atau tidak.<br />
Menu perintah yang ada pada program MapInfo, terdiri atas :<br />
•	File: digunakan untuk membuka, menutup Table, Workspace, Save dan Copy Table as, Save Query, Save Workspace, Page setup, Print atau Run MapBasic Program<br />
•	Edit: Menu Edit didunakan untuk undo, copy, paste, cut, clear, clear map objects only, reshape dan get info<br />
•	Tools: Merupakan menu untuk mempermudah proses digitasi, entri data dan analisis data.<br />
•	Objects: merupakan menu yang berhubungan dengan objects yang dibuat dalam program MapInfo<br />
•	Query: merupakan menu perintah untuk mendapatkan, memilih data serta melakukan analisis statistika dari data yang ada pada basisdata.<br />
•	 Table: Menu untuk melakukan update colomn, row, Geocode, create points, import dan export file, maintenance dan manipulasi data raster<br />
•	Options: menu perintah untuk manipulasi style dari line, region, simbol, text, serta toolbars dll.<br />
•	: merupakan menu utama dalam pengelolaan Layer control, pembuatan peta 3 D, peta tematik, memodifikasi peta tematik, membuat legenda peta, merobah tampilan dan skala peta, menyimpan dan menghapus cosmetics layer dan object, seting digitizer, region dan option<br />
•	Window: merupakan menu untuk mengelola penampilan jendela kerja<br />
•	Help: menu pertolongan untuk lebih memahami referensi fungsi-fungsi dalam program MapInfo.<br />
Sedangkan icon yang terdapat dalam toolbars, biasanya diset secara ‘default’ floating di sebelah kanan atau kiri windows dan bisa dipindahkan ke window sebelah atas dengan cara: klik options pada menu, pilih toolbars dan tandai kotak show serta save secara default atau dihilangkan.</p>
<p>Menu shortcut toolbars terdiri dari: (1) standar, (2) main, (3) drawing dan (4) tools seperti terlihat dalam Gambar 14. Menu shortcut icon standar mempunyai fungsi untuk membuat file baru (new), membuka table (open), menyimpan (save), mencetak (print), memotong (cut), copy, paste, undo, membuat: peta baru (new mapper), grafik baru (new grapher), layout baru, new redistricter new browser dan help. Icon main berguna untuk mengedit peta dan terdiri atas: select (tanda panah) untuk memilih object yang akan atau telah dibuat untuk analisis dan mengedit sebuah peta, layout atau browser, marquee, radius, boundary, zoom-in, zoom-out, change view, grabber, info, label, layer control, ruler, legend, assign select objects, set target district from map, drag map window, clip region on dan set clip region. Fungsi-fungsi icon ini yang lengkap dapat dibaca di dalam file help menu (Gambar 15).<br />
Digitasi Peta (Drawing)<br />
Sebelum mulai digitasi, perlu diketahui ‘icon’ untuk digitasi yaitu dari toolbars drawing (Menggambar) dibawah ini. Draw symbol digunakan untuk membuat simbol-simbol pada peta: seperto arah mata angin (tanda panah keatas untuk arah Utara), gambar segitiga untuk gunung, mesjid, tempat rekreasi dll.</p>
<p>•	Draw line: digunakan untuk digitasi garis yang menghubungi 2 titik<br />
•	Draw polyline: digitasi garis yang menghubungi banyak titik, gunanya untuk membuat batas administrasi, sungai, jalan dll.<br />
•	Draw polygon: digitasi area dengan bentuk bebas, yang mempunyai satu kesamaan data<br />
•	Draw Reshape: memperbaiki bentuk polygon atau polyline yang telah dibuat<br />
•	Draw Arc: digitasi garis lengkung<br />
•	Draw Frame: digitasi bingkai (baru aktif dalam keadaan membuat layout peta)<br />
•	Line style: merobah tampilan garish<br />
Polygon style: merobah tampilan polygon</p>
<p>Catatan:<br />
Setelah selesai membuat satu jenis layer misal: garis batas, garis sungai, jalan, polygon dll, sebaiknya disimpan dalam sebuah table / file baru, agar data spasial tersusun dan terstuktur dengan rapi. Adapun data yang berbentuk text juga dipisahkan dalam table tersendiri. Disarankan untuk membuat nama table yang mudah dimengerti dan sesuai dengan data yang dibuat. Contoh: Sumbar_line.tab : ini adalah file yang berisikan data garis batas: Sumbar_polykab.tab : untuk file polygon dari satu kabupaten.</p>
<p>Jika dalam pembuatan polygon ataupun polyline terdapat kesalahan, maka dapat dilakukan perbaikan dengan cara: klik tanda panah (pointer), klik objek yang akan diedit, klik icon reshape, akan muncul titik-titik yang banyak didalam polygon/polyline, kemudian dapat dilakukan perbaikan dengan cara menarik garis atau titik yang melenceng itu kearah yang benar. Dalam melakukan reshape, dapat ditambahkan titik-titik digitasi baru dengan cara klik icon add node dan arahkan mouse ke tempat yang diinginkan, ini untuk mempermudah proses reshape.<br />
Untuk merubah tampilan garis, polygon, simbol, text dll, dapat dilakukan dengan klik icon style.</p>
<p>Data dan Informasi Geografi<br />
SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan data dan informasi yang diperlukan baik secara tidak langsung dengan cara mentransfer dari perangkat lunak SIG yang lain maupun secara langsung dengan cara mendijitasi data spasialnya dari peta dan memasukkan data atributnya dari tabel-tabel dan laporan dengan menggunakan keyboard.</p>
<p>Secara garis besar ada 3 macam data dalam SIG yaitu:</p>
<p>1. Data Grafis<br />
Data grafis terbagi lagi menjadi (1) data raster adalah semua data digital yang didapatkan dari hasil scanning dan belum dalam format vector, (2) data digital adalah data yang didapat dari hasil digitasi yang telah dilengkapi dengan teks dan data-data atribut lainnya.</p>
<p>2. Data Tabular<br />
Data tabular adalah data-data selain data grafis, yang berupa data pendukung berupa teks, angka, simbol dan lain-lainnya.<br />
3. Data Vektor<br />
Data vektor adalah data-data digital yang telah memiliki referensi koordinat x dan y dan telah dilengkapi dengan data atau informasi objek.<br />
4. Manajemen<br />
Suatu pekerjaan SIG akan berhasil jika di kelola dan di-manage dengan baik dan dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki keahlian yang tepat pada semua tingkatan</p>
<p>KONSEP SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS</p>
<p>1.1. Pengertian Sistem Informasi Geografis<br />
Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) yang selanjutnya akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis (Aronoff, 1989).</p>
<p>Secara umum pengertian SIG sebagai berikut:</p>
<p>“Suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumberdaya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.”</p>
<p>Pada dasarnya SIG dapat dikerjakan secara manual. Namun dalam pembahasan selanjutnya SIG akan selalu diasosiasikan dengan sistem yang berbasis komputer. SIG yang berbasis komputer akan sangat membantu ketika data geografis yang tersedia merupakan data dalam jumlah dan ukuran besar, dan terdiri dari banyak tema yang saling berkaitan.</p>
<p>SIG mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik tertentu di bumi, menggabungkannya, menganalisa dan akhirnya memetakan hasilnya. Data yang akan diolah pada SIG merupakan data spasial. Ini adalah sebuah data yang berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat tertentu, sebagai dasar referensinya. Sehingga aplikasi SIG dapat menjawab beberapa pertanyaan, seperti lokasi, kondisi, trend, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dari sistem informasi lainnya.</p>
<p>Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Dasar<br />
Telah dijelaskan di awal bahwa SIG adalah suatu kesatuan sistem yang terdiri dari berbagai komponen. Tidak hanya perangkat keras komputer beserta dengan perangkat lunaknya, tapi harus tersedia data geografis yang akurat dan sumberdaya manusia untuk melaksanakan perannya dalam memformulasikan dan menganalisa persoalan yang menentukan keberhasilan SIG.</p>
<p>1.2. Data Spasial</p>
<p>Sebagian besar data yang akan ditangani dalam SIG merupakan data spasial, data yang berorientasi geografis. Data ini memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (atribut) yang dijelaskan berikut ini :</p>
<p>1. Informasi lokasi (spasial), berkaitan dengan suatu koordinat baik koordinat geografi (lintang dan bujur) dan koordinat XYZ, termasuk diantaranya informasi datum dan proyeksi.<br />
2. Informasi deskriptif (atribut) atau informasi nonspasial, suatu lokasi yang memiliki beberapa keterangan yang berkaitan dengannya. Contoh jenis vegetasi, populasi, luasan, kode pos, dan sebagainya.</p>
<p>1.2.1. Format Data Spasial</p>
<p>Secara sederhana format dalam bahasa komputer berarti bentuk dan kode penyimpanan data yang berbeda antara file satu dengan lainnya. Dalam SIG, data spasial dapat direpresentasikan dalam dua format, yaitu:</p>
<p>1.2.1.1. Data Vektor<br />
Data vektor merupakan bentuk bumi yang direpresentasikan ke dalam kumpulan garis, area (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik dan nodes (titik perpotongan antara dua buah garis).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dasuha.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dasuha.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dasuha.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dasuha.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dasuha.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dasuha.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dasuha.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dasuha.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dasuha.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dasuha.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dasuha.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dasuha.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dasuha.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dasuha.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dasuha.wordpress.com&amp;blog=4033845&amp;post=84&amp;subd=dasuha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dasuha.wordpress.com/2010/01/19/sistem-informasi-geografis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>3.585242 98.675598</georss:point>
		<geo:lat>3.585242</geo:lat>
		<geo:long>98.675598</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e80d4087273a1f48120d32a68384549c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dasuha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Uji Sifat Fisik</title>
		<link>http://dasuha.wordpress.com/2008/11/06/uji-sifat-fisik/</link>
		<comments>http://dasuha.wordpress.com/2008/11/06/uji-sifat-fisik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 15:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dasuha</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://dasuha.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Sifat Fisik Batuan Porositas Porositas didefinisikan sebagai perbandingan volume pori-pori (yaitu volume yang ditempati oleh fluida) terhadap volume total batuan. Ada dua jenis porositas yaitu porositas antar butir dan porositas rekahan. Secara matematis porositas dapat dituliskan sebagai berikut: Sebagai contoh, apabila batuan mempunyai media berpori dengan volume 0,001 m3, dan media berpori tersebut dapat terisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dasuha.wordpress.com&amp;blog=4033845&amp;post=13&amp;subd=dasuha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 auto;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sifat Fisik Batuan</span></span></h3>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Porositas</span></strong></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong> </strong><strong><br />
</strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Porositas didefinisikan sebagai perbandingan volume pori-pori (yaitu volume yang ditempati oleh fluida) terhadap volume total batuan. Ada dua jenis porositas yaitu porositas antar butir dan porositas rekahan. Secara matematis porositas dapat dituliskan sebagai berikut: </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sebagai contoh, apabila batuan mempunyai media berpori dengan volume 0,001 m<sup>3</sup>, dan media berpori tersebut dapat terisi air sebanyak 0,00023 m<sup>3</sup>, maka porositasnya adalah:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span id="more-13"></span><br />
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pada kenyataannya, porositas didalam suatu sistem panasbumi sangat bervariasi. Contohnya didalam sistem reservoir rekah alami, porositas berkisar sedikit lebih besar dari nol, akan tetapi dapat berharga sama dengan satu (1) pada rekahannya. Pada umumnya porositas rata-rata dari suatu sistem media berpori berharga antara 5 – 30%. </span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Kecepatan Aliran Fluida</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kecepatan aliran darcy atau <em>flux velocity</em> (v) adalah laju alir rata-rata volume flux per satuan luas penampang di media berpori. Sedangkan kecepatan rata-rata fluida yang melalui media berpori dikenal sebagai <em>interstitial velocity</em> (u). Hubungan antara kedua parameter kecepatan tersebut adalah sebagai berikut:</span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;">
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Harga flux velocity pada umumnya sekitar 10<sup>-6</sup> m/s. Besarnya interstitial velocity digunakan untuk kecepatan suatu partikel (partikel kimia penjejak atau <em>tracer</em>) yang mengalir pada media berpori.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Permeabilitas</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Permeabilitas adalah parameter yang memvisualisasikan kemudahan suatu fluida untuk mengalir pada media berpori. Parameter ini dihubungkan dengan kecepatan alir fluida oleh hukum Darcy seperti di bawah ini</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tanda negatif dalam persamaan di atas menunjukkan bahwa apabila tekanan bertambah dalam satu arah, maka arah alirannya berlawanan arah dengan pertambahan tekanan tersebut. Dari persamaan (2.3) dapat dinyatakan bahwa kecepatan alir fluida (kecepatan flux) berbanding lurus dengan k/</span><span style="font-family:Symbol;">m</span><span style="font-family:Times New Roman;">, dimana didalam teknik perminyakan, k/</span><span style="font-family:Symbol;">m</span><span style="font-family:Times New Roman;"> dikenal sebagai <em>mobility ratio</em>.</span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Permeabilitas mempunyai arah, dimana ke arah x dan y biasanya mempunyai permeabilitas lebih besar dari pada ke arah z. Sistem ini disebut anisotropic. </span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:center;">
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Apabila permeabilitas tersebut seragam ke arah horizontal maupun vertikal disebut sistem isotropik.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Satuan permeabilitas adalah m<sup>2</sup>. Pada umumnya pada reservoir panasbumi, permeabilitas vertikal berkisar antara 10<sup>-14</sup> m<sup>2</sup>, dengan permeabilitas horizontal dapat mencapai 10 kali lebih besar dari permeabilitas vertikalnya (sekitar 10<sup>-13</sup> m<sup>2</sup>). Satuan permeabilitas yang umum digunakan didunia perminyakan adalah Darcy (1 Darcy = 10<sup>-12</sup> m<sup>2</sup>).</span></p>
<p><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Densitas Batuan</span></span></strong></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><br />
</strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Densitas batuan dari batuan berpori adalah perbandingan antara berat terhadap volume (rata-rata dari material tersebut). Densitas spesifik adalah perbandingan antara densitas material tersebut terhadap densitas air pada tekanan dan temperatur yang normal, yaitu kurang lebih 10<sup>3</sup> kg/m<sup>3</sup>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Batuan mempunyai sifat-sifat tertentu yang perlu diketahui, dalam mekanika </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">batuan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-12pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 12pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">a. Sifat fisik batuan seperti bobot isi ”Spesific Gravity” porositas dan absorbsi ”Void Ratio”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-12pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 12pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">b. Sifat mekanika batuan seperti kuat tekan, kuat tarik, modulus elastisitas, ”   Poisson `s Ratio”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kedua sifat tersebut dapat ditentukan, pada umumnya ditentukan terhadap sampel yang diambil dari lapangan. Satu persatu dapat digunakan untuk menentukan kedua sifat batuan. Pertama-tama adalah penetuan sifak fisik batuan yang merupakan pengujian tanpa merusak (Non Destructive Test), kemudian dilanjutkan dengan penentuan sifat mekanik batuan yang merupakan pengujian merusak (Destructive Test) sehingga contoh fasture (hancur).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pembutan contoh batuan dapat dilakukan dilaboratorium maupun dilapangan (insitu). Pembuatan percontohan dilaboratorium dilakukan dari blok batuan yang diambil dilapangan hasil pemboran Core (inti). Sampel yang didapat berbentuk selinder dengan diameter pada umumnnya antara 50-70 mm dan tingginya dua kali diameter tersebut. Ukuran percontohan dapat lebih kecil dari ukuran yang disebut diatas tergantung maksud pengujian.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pengujian ini dilakukan pada inti bor (core) dengan contoh berbentuk silinder dengan dimeter 50-70 mm kemudian dipotong dengan mesin untuk mendapatkan ukuran tinggi dua kali diameternya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kemudian conto yang diambil dimasukkan eksikator dan udara yang ada dalam eksikator dihisap sehingga conto dalam keadaan vacum. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dari conto yang didalam eksikator didapatkan nilai berat jenis,berat jenuh tergantung dalam air dan beratk kering conto.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dasuha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dasuha.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dasuha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dasuha.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dasuha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dasuha.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dasuha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dasuha.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dasuha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dasuha.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dasuha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dasuha.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dasuha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dasuha.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dasuha.wordpress.com&amp;blog=4033845&amp;post=13&amp;subd=dasuha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dasuha.wordpress.com/2008/11/06/uji-sifat-fisik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e80d4087273a1f48120d32a68384549c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dasuha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mekanika Batuan~Uji kuat geser</title>
		<link>http://dasuha.wordpress.com/2008/11/06/mekanika-batuanuji-kuat-geser/</link>
		<comments>http://dasuha.wordpress.com/2008/11/06/mekanika-batuanuji-kuat-geser/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 14:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dasuha</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://dasuha.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Sifat Fisik Batuan Porositas Porositas didefinisikan sebagai perbandingan volume pori-pori (yaitu volume yang ditempati oleh fluida) terhadap volume total batuan. Ada dua jenis porositas yaitu porositas antar butir dan porositas rekahan. Secara matematis porositas dapat dituliskan sebagai berikut: Sebagai contoh, apabila batuan mempunyai media berpori dengan volume 0,001 m3, dan media berpori tersebut dapat terisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dasuha.wordpress.com&amp;blog=4033845&amp;post=5&amp;subd=dasuha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 auto;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sifat Fisik Batuan</span></span></h3>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Porositas</span></strong><strong><br />
</strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Porositas didefinisikan sebagai perbandingan volume pori-pori (yaitu volume yang ditempati oleh fluida) terhadap volume total batuan. Ada dua jenis porositas yaitu porositas antar butir dan porositas rekahan. Secara matematis porositas dapat dituliskan sebagai berikut: </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span id="more-5"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sebagai contoh, apabila batuan mempunyai media berpori dengan volume 0,001 m<sup>3</sup>, dan media berpori tersebut dapat terisi air sebanyak 0,00023 m<sup>3</sup>, maka porositasnya adalah:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><br />
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pada kenyataannya, porositas didalam suatu sistem panasbumi sangat bervariasi. Contohnya didalam sistem reservoir rekah alami, porositas berkisar sedikit lebih besar dari nol, akan tetapi dapat berharga sama dengan satu (1) pada rekahannya. Pada umumnya porositas rata-rata dari suatu sistem media berpori berharga antara 5 – 30%. </span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Kecepatan Aliran Fluida</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kecepatan aliran darcy atau <em>flux velocity</em> (v) adalah laju alir rata-rata volume flux per satuan luas penampang di media berpori. Sedangkan kecepatan rata-rata fluida yang melalui media berpori dikenal sebagai <em>interstitial velocity</em> (u). Hubungan antara kedua parameter kecepatan tersebut adalah sebagai berikut:</span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;">
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Harga flux velocity pada umumnya sekitar 10<sup>-6</sup> m/s. Besarnya interstitial velocity digunakan untuk kecepatan suatu partikel (partikel kimia penjejak atau <em>tracer</em>) yang mengalir pada media berpori.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Permeabilitas</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Permeabilitas adalah parameter yang memvisualisasikan kemudahan suatu fluida untuk mengalir pada media berpori. Parameter ini dihubungkan dengan kecepatan alir fluida oleh hukum Darcy seperti di bawah ini</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tanda negatif dalam persamaan di atas menunjukkan bahwa apabila tekanan bertambah dalam satu arah, maka arah alirannya berlawanan arah dengan pertambahan tekanan tersebut. Dari persamaan (2.3) dapat dinyatakan bahwa kecepatan alir fluida (kecepatan flux) berbanding lurus dengan k/</span><span style="font-family:Symbol;">m</span><span style="font-family:Times New Roman;">, dimana didalam teknik perminyakan, k/</span><span style="font-family:Symbol;">m</span><span style="font-family:Times New Roman;"> dikenal sebagai <em>mobility ratio</em>.</span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Permeabilitas mempunyai arah, dimana ke arah x dan y biasanya mempunyai permeabilitas lebih besar dari pada ke arah z. Sistem ini disebut anisotropic. </span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:center;">
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Apabila permeabilitas tersebut seragam ke arah horizontal maupun vertikal disebut sistem isotropik.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Satuan permeabilitas adalah m<sup>2</sup>. Pada umumnya pada reservoir panasbumi, permeabilitas vertikal berkisar antara 10<sup>-14</sup> m<sup>2</sup>, dengan permeabilitas horizontal dapat mencapai 10 kali lebih besar dari permeabilitas vertikalnya (sekitar 10<sup>-13</sup> m<sup>2</sup>). Satuan permeabilitas yang umum digunakan didunia perminyakan adalah Darcy (1 Darcy = 10<sup>-12</sup> m<sup>2</sup>).</span></p>
<p><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Densitas Batuan</span></span></strong></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><br />
</strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Densitas batuan dari batuan berpori adalah perbandingan antara berat terhadap volume (rata-rata dari material tersebut). Densitas spesifik adalah perbandingan antara densitas material tersebut terhadap densitas air pada tekanan dan temperatur yang normal, yaitu kurang lebih 10<sup>3</sup> kg/m<sup>3</sup>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Batuan mempunyai sifat-sifat tertentu yang perlu diketahui, dalam mekanika </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">batuan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-12pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 12pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">a. Sifat fisik batuan seperti bobot isi ”Spesific Gravity” porositas dan absorbsi ”Void Ratio”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-12pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 12pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">b. Sifat mekanika batuan seperti kuat tekan, kuat tarik, modulus elastisitas, ”   Poisson `s Ratio”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kedua sifat tersebut dapat ditentukan, pada umumnya ditentukan terhadap sampel yang diambil dari lapangan. Satu persatu dapat digunakan untuk menentukan kedua sifat batuan. Pertama-tama adalah penetuan sifak fisik batuan yang merupakan pengujian tanpa merusak (Non Destructive Test), kemudian dilanjutkan dengan penentuan sifat mekanik batuan yang merupakan pengujian merusak (Destructive Test) sehingga contoh fasture (hancur).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pembutan contoh batuan dapat dilakukan dilaboratorium maupun dilapangan (insitu). Pembuatan percontohan dilaboratorium dilakukan dari blok batuan yang diambil dilapangan hasil pemboran Core (inti). Sampel yang didapat berbentuk selinder dengan diameter pada umumnnya antara 50-70 mm dan tingginya dua kali diameter tersebut. Ukuran percontohan dapat lebih kecil dari ukuran yang disebut diatas tergantung maksud pengujian.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pengujian ini dilakukan pada inti bor (core) dengan contoh berbentuk silinder dengan dimeter 50-70 mm kemudian dipotong dengan mesin untuk mendapatkan ukuran tinggi dua kali diameternya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kemudian conto yang diambil dimasukkan eksikator dan udara yang ada dalam eksikator dihisap sehingga conto dalam keadaan vacum. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dari conto yang didalam eksikator didapatkan nilai berat jenis,berat jenuh tergantung dalam air dan beratk kering conto.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dasuha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dasuha.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dasuha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dasuha.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dasuha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dasuha.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dasuha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dasuha.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dasuha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dasuha.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dasuha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dasuha.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dasuha.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dasuha.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dasuha.wordpress.com&amp;blog=4033845&amp;post=5&amp;subd=dasuha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dasuha.wordpress.com/2008/11/06/mekanika-batuanuji-kuat-geser/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e80d4087273a1f48120d32a68384549c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dasuha</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
