Nasib Indonesia Ku
Perusahaan di Indonesia
Sebahagian besar Perusahaan Besar yang ada di Indonesia adalah Perusahaan Sawasta Luar Negeri, sedangkan Perusahaan Swasta Dalam Negeri (Pengusaha Asli Indonesia) dan Perusahaan BUMN adalaha perusahaan kecil dan menegah.
- Megapa Demikian Apa Penyebabnya?
Saya sering menayakan hal ini kepada Dosen-Dosen saya, kepada Para Pakar Ekonomi dan kepada Pemerintah. Namun mereka hanya bisa menjawab “Teknologi Kita (INDONESIA) Tidak Memadai”. Dalam artian Negara yang luas dan besar seperti Indonesia ini tidak mampu untuk mengembangkan Ide-Ide atau Pemikiran demi Perkembangan Teknologi Indonesia.
Saya sangat tidak setuju dengan pendapat mereka, karena itu hanya alasan yang paling tepat untuk memutar balikan fakta, saya malah merasa Masyarakat Indonesia mempunyai pemikiran dan ide-ide briliant untuk mengembangakan Teknologi di Indonesia ini.
Kita bisa melihat negara-negara berkembang yang ada di Asia, seperti China, Malaysia, Taiwan, India dan yang lainya. Mereka Negara yang berkembang sama halnya dengan Indonesia yang tercinta ini, tetapi mereka dapat merubah status mereka menjadai Negara Maju, melalui pengmbangan di bidang Teknologi.
Sama halnya dengan Filsafat saya “Apa Guna OTAK”????????????????????????????????
Apa guna Teknologi cangih dan modern yang kita miliki kalau kita hanya sebagi User-nya saja, apa guna Otak yang dikaruniakan oleh Tuhan bagi kita, kalau kita hanya memanjakan otak kita dan tak pernah mengunakannya. Gunakan Karunia yang diberikan Tuhan kepada kita, untuk membuat perubahan bagi bangsa kita ini. Berpikir Kritis untuk masa depan yang Harmonis.
Kita hanya bisa sebagai Pemakai / User tetapi sebagai Pembuat / Produsen kita tidak bisa.
- Megapa demikian?
Mengapa kita hanya mampu sebagai pemakai saja? Hal ini hampir setiap tahun terjadi, megapa saya mengatakan setiap tahun, karena setiap tahun Negara Berkembang tadi sudah dapat meningkatkan grade mereka. Setelah saya mempelajari dan menganalisa ternya kesalahan itu terletak di SDM (Sumber Daya Masyarakat) kita yang sangat lemah.
- Mengapa SDM kita lemah?
Masyarakat Indonesia adalah masyarkat yang pintar. Coba anda bayangkan setiap rumah tangga yang ada di Indonesia itu membutuhkan anggaran terendah perhari sebesar Rp. 150.000,-. Dimana situasi Perkonomian Indonesia yang kacau balu pekerjaan yang tidak tetap, harga komoditi yang carut marut, harga sembako yang tidak menetap. Tetapi mereka masih bisa mengatasi hal tersebut dengan ide-ide dan pemikiran mereka. Dimana Pakar Ekonomi sekalipun tak mampu untuk menaggulangi masalah ini, hal ini dapat kita lihat para Pakar Ekonomi dan Pemerintah di Indonesia ini hanya sibuk dengan bisnis sampingan mereka yang ada di bursa saham. Mereka hanya memikirkan kapan mendapatkan hasil dari jerih payah mereka menyiksa rakyat ini.
Kita balik lagi kepembahasan mengapa SDM kita lemah? Saya merasa dengan kesibukan para PEMIMPIN NEGARA ini di usaha Sampingannya, mereka lupa akan tugas utamanya. Mereka hanaya mendukung pembangunan di sektor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan usahanya. Sementara sektor-sektor fital lainya mereka abaikan.
Saya selaku Mahasiswa dan merupakan kelompok Masyarakat Pendidikan, merasakan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia ini kurang tepat, banyak program-program pemerintah untuk mengembangkan Pendidikan di Indonesia ini, tetapi tidak dan kurang tepat.
Jadi harapan saya kiranya para Mahasiswa Indonesia dapat berfikir kritis dan meresponi hal ini, dan mari kita seluruh Masyarakat Indonesia mengawasi kinerja PEMERINTAH kita ini.
Posted on 4 Agustus 2010, in Kacau Balau Indonesia and tagged Nasib Indonesia. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

saya setuju,,,,,bukan alasan teknologi yang tidak mememadai sehingga indonesia tidak berkembang,,,,,tapi karena pihak pemerintah yang tidak mendukung untuk membuat indonesia semakin maju. lihat aja program yang dibuat pemerintah tidak pernah menyentuh ke arah pengembangan SDM.sistem nya sudah ada tapi pelaksanaannya tong kosong…
apa lagi kl dilahat dari regulasi tentang pertambangan dan investor, semuanya tidak berpihak pada kompetensi dari lokal….
huh..indonesia-indonesia,,,dari semua aspek udah kacau,,,,ibarat PC, indonesia harus di instal ulang…..