Sistem Informasi Geografis
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (TUTORIAL)
Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan
Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.
Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)
Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna.
Map Info Tutorial
Map info merupakan salah satu Aplikasi pemetaan Untuk suatu Sistem Informasi Geografis. dimana didalam map info terdiri dari beberapa tools pendukung dalam aplikasi pemetaan. prinsip kerja dasar map Info adalah sistem Layer control, dimana setiap raster / data kita susun berdasarkan layer yg telah kita buat.
Cara memuat layer.
• Buka Map info, open file , cari data yg disimpan di dalam hardisk anda.
Open peta ( dlm. Jpg ) yg mana peta ini merupakan peta dasar yg akan kita DIGITASI ulang
• Setelah terbuka Peta Anda, dan mulai lahg mendigitasi.
Digitasi Peta ( Map Info Tutorial )
DIGITASI PETA
KONSEP-KONSEP DIGITASI
Program MapInfo dapat mengenal beberapa jenis file yang dibuat dengan program software lainnya, antara lain:
1. Microsoft Access Database (*.mdb)
2. dBase (*.DBF)\
3. Lotus 1-2-3 (*.wk, *.wks, *wk1, *.wk2, *.wk3, *.wk4)
4. Microsoft Excel (*.xls)
5. Workspace (*.wor)
6. Raster Image (*.bmp, *.gif, *.jpeg, *.tiff)
7. ESRI (R) shapefile (*.shp) hanya bisa langsung dibuka pada MapInfo 7, versi sebelumnya harus diconvert dulu di ArcView
8. Delimited ASCII (*.text), (* = nama file)
Dengan demikian, pengolahan data grafis pada MapInfo dapat diintegrasikan dengan data yang telah dibuat dengan program perangkat lunak (software) komputer lainnya. Ketika MapInfo membuka file yang dikerjakan dengan format lain, program ini otomatis akan membuat file (pada MapInfo dinamakan Table) baru dengan akhiran *.tab. Jika sebuah file non-MapInfo telah dibuka sebelumnya dan ditutup, maka ketika membuka file itu lagi Akan muncul pertanyaan bahwa file sudah ada (file already exists) dan apakah akan di overwrite atau tidak.
Menu perintah yang ada pada program MapInfo, terdiri atas :
• File: digunakan untuk membuka, menutup Table, Workspace, Save dan Copy Table as, Save Query, Save Workspace, Page setup, Print atau Run MapBasic Program
• Edit: Menu Edit didunakan untuk undo, copy, paste, cut, clear, clear map objects only, reshape dan get info
• Tools: Merupakan menu untuk mempermudah proses digitasi, entri data dan analisis data.
• Objects: merupakan menu yang berhubungan dengan objects yang dibuat dalam program MapInfo
• Query: merupakan menu perintah untuk mendapatkan, memilih data serta melakukan analisis statistika dari data yang ada pada basisdata.
• Table: Menu untuk melakukan update colomn, row, Geocode, create points, import dan export file, maintenance dan manipulasi data raster
• Options: menu perintah untuk manipulasi style dari line, region, simbol, text, serta toolbars dll.
• : merupakan menu utama dalam pengelolaan Layer control, pembuatan peta 3 D, peta tematik, memodifikasi peta tematik, membuat legenda peta, merobah tampilan dan skala peta, menyimpan dan menghapus cosmetics layer dan object, seting digitizer, region dan option
• Window: merupakan menu untuk mengelola penampilan jendela kerja
• Help: menu pertolongan untuk lebih memahami referensi fungsi-fungsi dalam program MapInfo.
Sedangkan icon yang terdapat dalam toolbars, biasanya diset secara ‘default’ floating di sebelah kanan atau kiri windows dan bisa dipindahkan ke window sebelah atas dengan cara: klik options pada menu, pilih toolbars dan tandai kotak show serta save secara default atau dihilangkan.
Menu shortcut toolbars terdiri dari: (1) standar, (2) main, (3) drawing dan (4) tools seperti terlihat dalam Gambar 14. Menu shortcut icon standar mempunyai fungsi untuk membuat file baru (new), membuka table (open), menyimpan (save), mencetak (print), memotong (cut), copy, paste, undo, membuat: peta baru (new mapper), grafik baru (new grapher), layout baru, new redistricter new browser dan help. Icon main berguna untuk mengedit peta dan terdiri atas: select (tanda panah) untuk memilih object yang akan atau telah dibuat untuk analisis dan mengedit sebuah peta, layout atau browser, marquee, radius, boundary, zoom-in, zoom-out, change view, grabber, info, label, layer control, ruler, legend, assign select objects, set target district from map, drag map window, clip region on dan set clip region. Fungsi-fungsi icon ini yang lengkap dapat dibaca di dalam file help menu (Gambar 15).
Digitasi Peta (Drawing)
Sebelum mulai digitasi, perlu diketahui ‘icon’ untuk digitasi yaitu dari toolbars drawing (Menggambar) dibawah ini. Draw symbol digunakan untuk membuat simbol-simbol pada peta: seperto arah mata angin (tanda panah keatas untuk arah Utara), gambar segitiga untuk gunung, mesjid, tempat rekreasi dll.
• Draw line: digunakan untuk digitasi garis yang menghubungi 2 titik
• Draw polyline: digitasi garis yang menghubungi banyak titik, gunanya untuk membuat batas administrasi, sungai, jalan dll.
• Draw polygon: digitasi area dengan bentuk bebas, yang mempunyai satu kesamaan data
• Draw Reshape: memperbaiki bentuk polygon atau polyline yang telah dibuat
• Draw Arc: digitasi garis lengkung
• Draw Frame: digitasi bingkai (baru aktif dalam keadaan membuat layout peta)
• Line style: merobah tampilan garish
Polygon style: merobah tampilan polygon
Catatan:
Setelah selesai membuat satu jenis layer misal: garis batas, garis sungai, jalan, polygon dll, sebaiknya disimpan dalam sebuah table / file baru, agar data spasial tersusun dan terstuktur dengan rapi. Adapun data yang berbentuk text juga dipisahkan dalam table tersendiri. Disarankan untuk membuat nama table yang mudah dimengerti dan sesuai dengan data yang dibuat. Contoh: Sumbar_line.tab : ini adalah file yang berisikan data garis batas: Sumbar_polykab.tab : untuk file polygon dari satu kabupaten.
Jika dalam pembuatan polygon ataupun polyline terdapat kesalahan, maka dapat dilakukan perbaikan dengan cara: klik tanda panah (pointer), klik objek yang akan diedit, klik icon reshape, akan muncul titik-titik yang banyak didalam polygon/polyline, kemudian dapat dilakukan perbaikan dengan cara menarik garis atau titik yang melenceng itu kearah yang benar. Dalam melakukan reshape, dapat ditambahkan titik-titik digitasi baru dengan cara klik icon add node dan arahkan mouse ke tempat yang diinginkan, ini untuk mempermudah proses reshape.
Untuk merubah tampilan garis, polygon, simbol, text dll, dapat dilakukan dengan klik icon style.
Data dan Informasi Geografi
SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan data dan informasi yang diperlukan baik secara tidak langsung dengan cara mentransfer dari perangkat lunak SIG yang lain maupun secara langsung dengan cara mendijitasi data spasialnya dari peta dan memasukkan data atributnya dari tabel-tabel dan laporan dengan menggunakan keyboard.
Secara garis besar ada 3 macam data dalam SIG yaitu:
1. Data Grafis
Data grafis terbagi lagi menjadi (1) data raster adalah semua data digital yang didapatkan dari hasil scanning dan belum dalam format vector, (2) data digital adalah data yang didapat dari hasil digitasi yang telah dilengkapi dengan teks dan data-data atribut lainnya.
2. Data Tabular
Data tabular adalah data-data selain data grafis, yang berupa data pendukung berupa teks, angka, simbol dan lain-lainnya.
3. Data Vektor
Data vektor adalah data-data digital yang telah memiliki referensi koordinat x dan y dan telah dilengkapi dengan data atau informasi objek.
4. Manajemen
Suatu pekerjaan SIG akan berhasil jika di kelola dan di-manage dengan baik dan dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki keahlian yang tepat pada semua tingkatan
KONSEP SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
1.1. Pengertian Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) yang selanjutnya akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis (Aronoff, 1989).
Secara umum pengertian SIG sebagai berikut:
“Suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumberdaya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.”
Pada dasarnya SIG dapat dikerjakan secara manual. Namun dalam pembahasan selanjutnya SIG akan selalu diasosiasikan dengan sistem yang berbasis komputer. SIG yang berbasis komputer akan sangat membantu ketika data geografis yang tersedia merupakan data dalam jumlah dan ukuran besar, dan terdiri dari banyak tema yang saling berkaitan.
SIG mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik tertentu di bumi, menggabungkannya, menganalisa dan akhirnya memetakan hasilnya. Data yang akan diolah pada SIG merupakan data spasial. Ini adalah sebuah data yang berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat tertentu, sebagai dasar referensinya. Sehingga aplikasi SIG dapat menjawab beberapa pertanyaan, seperti lokasi, kondisi, trend, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dari sistem informasi lainnya.
Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Dasar
Telah dijelaskan di awal bahwa SIG adalah suatu kesatuan sistem yang terdiri dari berbagai komponen. Tidak hanya perangkat keras komputer beserta dengan perangkat lunaknya, tapi harus tersedia data geografis yang akurat dan sumberdaya manusia untuk melaksanakan perannya dalam memformulasikan dan menganalisa persoalan yang menentukan keberhasilan SIG.
1.2. Data Spasial
Sebagian besar data yang akan ditangani dalam SIG merupakan data spasial, data yang berorientasi geografis. Data ini memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (atribut) yang dijelaskan berikut ini :
1. Informasi lokasi (spasial), berkaitan dengan suatu koordinat baik koordinat geografi (lintang dan bujur) dan koordinat XYZ, termasuk diantaranya informasi datum dan proyeksi.
2. Informasi deskriptif (atribut) atau informasi nonspasial, suatu lokasi yang memiliki beberapa keterangan yang berkaitan dengannya. Contoh jenis vegetasi, populasi, luasan, kode pos, dan sebagainya.
1.2.1. Format Data Spasial
Secara sederhana format dalam bahasa komputer berarti bentuk dan kode penyimpanan data yang berbeda antara file satu dengan lainnya. Dalam SIG, data spasial dapat direpresentasikan dalam dua format, yaitu:
1.2.1.1. Data Vektor
Data vektor merupakan bentuk bumi yang direpresentasikan ke dalam kumpulan garis, area (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik dan nodes (titik perpotongan antara dua buah garis).
Posted on 19 Januari 2010, in Tak terkategori. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

our botzguru.com is our offical site of bot software
Ok. Than’x
Dasuha POERBA
hahhhhaaaaaaaaaaahhahha